Tampilkan postingan dengan label Untaian kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untaian kata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2015

Pemuda, Harapan Islam Dalam Menghadapi Era Globalisasi


Seiring berkembangnya zaman yang semakin maju yang biasa disebut era Globalisasi. Era yang menghadirkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Era  yang mengubah tatanan kehidupan manusia dari tradisional menuju modern. Era dimana segala sesuatu dapat dilakukan dan diperoleh secara instan. Pada intinya era globalisasi adalah era yang semakin memanjakan manusia dalam mengerjakan segala aktivitas kehidupannya. Disatu sisi era ini membawa dampak positif misalnya dalam hal komunikasi, pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain dapat diterima orang lain tersebut hanya dalam hitungan menit bahkan detik tanpa mengenal jarak dan waktu.

Disisi lain era globalisasi juga membawa dampak negatif. Salah satu contohnya nilai sosial dan hubungan antar sesama manusia semakin turun. Memang dengan komunikasi yang semakin canggih dapat mendekatkan yang jauh, namun terkadang juga menjauhkan yang dekat. Era globalisasi seakan meninabobokan manusia dalam kenyamanan dengan berbagai teknologinya.

Di negeri ini, era globalisasi identik dengan era yang membuka pintu lebar-lebar masuknya budaya asing yang membuat tatanan hidup mereka cenderung mirip orang asing daripada nenek moyangnya. Akibat dari terbukanya pintu dan tanpa ada filter yang kuat, membawa suatu virus ganas. Virus yang lebih dikenal dengan F4(Food, Fun, Fashion dan Film) dapat menyerang dan melumpuhkan kepribadian orang-orang di negeri ini khususnya pemuda. Pertama Food, realita dilapangan menunjukan orang di negeri ini lebih bangga ketika makan Steak, Pizza, Burger dan sejenisnya daripada makan pecel, klepon dan makanan tradisional lainnya. Kedua Fun, banyak pemuda yang lebih senang tongkrongan sambil gitaran atau pacaran sana sini daripada belajar. Hal ini terjadi karena doktrin-doktrin negatif yang masuk ke kepala mereka akibat semakin majunya teknologi. Ketika kita flashback ke beberapa puluh tahun yang lalu betapa luar biasanya pemuda pada saat itu, walaupun hanya dengan teknologi seadanya namun tak menjadikan mereka bermalas-malasan dan bersenang-senang justru hal tersebut yang menyulut semangat mereka untuk belajar agar dapat merubah kehidupannya kearah yang lebih baik. Ketiga Fashion, fashion atau penampilan tak luput dari pengaruh barat. Pakaian ketat, rok mini, gaya rambut acak-acakan menggeser kearifan dan kesantunan budaya lokal. Mereka menganggap itu lebih keren dan stylis daripada budaya lokal yang dianggap norak dan ketinggalan jaman. Keempat Film, akhir-akhir ini kita sering melihat film-film bergenre horor namun diselingi adegan-adegan sensualitas. Selain film tersebut, dikalangan pemuda banyak beredar video-video yang tak layak mereka tonton. hal itu seakan mendukung pikiran liberal pemuda-pemuda dalam berimajinasi sehingga tak sedikit pikiran liberal tersebut yang diinternalisasikan dan akhirnya banyak terjadi sex bebas, hamil diusia sekolah dan sebagainya. Bahayanya virus F4 tidak hanya menjangkit pemuda biasa saja tapi pemuda islam juga tertular ganasnya virus ini.

Sudah saatnya pemuda islam bangun dari ninabobok dampak globalisasi. Sudah saatnya pula bangkit dan mencari serta merebut setiap peluang yang ada untuk mengembalikan kejayaan islam di era globalisasi. Dengan dampak-dampak globalisasi itu hendaknya tidak menghalangi pemuda-pemuda islam untuk bergerak. Bergerak disini bukan berarti menolak atau pun memerangi era globalisasi tetapi bagaimana pemuda-pemuda islam mampu menempatkan dirinya dan mampu mengambil peran penting dalam era ini. Sebagai pemuda islam, jangan menutup diri terhadap perkembangan jaman. Tetapi hendaknya mempunyai prinsip seperti prinsip orang jepang, “ambil yang baik, buang yang buruk dan ciptakan yang baru” dan tentunya yang diambil itu yang sesuai syariat tanpa melanggar ketentuan Alqur’an maupun hadits. Dengan prinsip tersebut harapannya dapat mengubah mindset orang awam yang beranggapan bahwa islam itu konotasinya kuno, bodoh dan ketinggalan jaman berubah menjadi lebih berfikir positif terhadap islam.

Pemuda islam juga harus membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih artinya pemuda islam mempelajarinya atau bahkan menciptakan teknologi baru yang lebih canggih. Karena Alloh tidak hanya menyuruh umatnya untuk belajar mengenai islam saja namun juga untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Dalam hadits Rosululloh Bersabda, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina” (HR. Ibnu Abdil). Padahal waktu itu negeri cina bukanlah negeri yang mayoritas islam sehingga dari hadits tersebut dapat diartikan bahwa islam sangat menganjurkan umatnya untuk belajar segala ilmu selama masih dalam koridor syariat. Dengan adanya kemauan belajar dan sifat ulet serta pantang menyerah dalam belajar akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan muslim di era modern.

Selain itu, Pemuda islam dapat memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dan dakwah islam. Bila menelisik lebih jauh tentang kebiasaan mayoritas pemuda termasuk pemuda islam. Mereka seakan mempunyai satu dunia baru yakni dunia maya. Dunia yang membuat mereka nyaman dan leluasa untuk berekspresi tanpa ada batasan. Walaupun belum ada lembaga survey yang memberikan persentase pemuda negeri ini yang punya akun facebook maupun twitter. Tetapi melihat realita yang ada, mayoritas sudah mempunyai akun facebook atau twitter. Pemuda islam dapat mengambil perannya sebagai dai dengan menjadikan sosial media itu sebagai media dakwah sehingga akun tersebut membawa kebermanfaatan baik bagi dirinya maupun orang lain.

Dibidang ekonomi, pemuda islam dapat menerapkan muamalah sesuai syariat islam tanpa ada riba dalam setiap transaksi yang dilakukan. Fakta telah memperlihatkan bahwa sistem ekonomi yang diterapkan bangsa-bangsa barat tidak mampu menghadapi krisis global. Tetapi hanya sistem yang sesuai syariat islam yang mampu bertahan. Ini membuktikan bahwa sistem ekonomi yang dibangun dan dikembangkan sesuai syariat islam mampu menghadapi era globalisasi. Sistem ekonomi ini bila diterapkan dan ditekuni maka bukan tidak mungkin negeri-negeri islam yang masih miskin dapat sejajar dengan negeri-negeri kaya.
Dibidang politik, sistem kapitalis dan liberalis yang diterapkan bangsa-bangsa barat secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan pemuda islam. Sistem-sistem itu membuat pemuda cenderung berprilaku liar dan ternyamankan oleh sistem sehingga nilai solidaritas dalam dirinya menurun. Sejarah mencatat dimana pemerintahan dengan sistem kekhalifahan mampu menaungi hampir 2/3 dunia dengan kedamaian dan ketentraman dibawah naungan panji islam. Keimanan dan ketaqwaanlah yang menjadi rahasia mereka mencapai kejayaan. Peran pemuda islam disini adalah menanamkan nilai-nilai kekhalifahan kepada  pemimpin atau setidaknya sebagai generasi yang akan memegang pimpinan selanjutnya sudah mempersiapkan diri dan membekali diri sebaik-baiknya sehingga kedamaian dibawah naungan islam kembali terjadi di era globalisasi.

Peran-peran tersebut dapat direalisasikan manakala pemuda islam mempunyai pondasi yang kuat dan kokoh agar tujuan mulia itu tercapai bukan malah terbawa arus negatif globalisasi. Setidaknya ada 4 hal sebagai pondasi tersebut, yaitu:

1.      Tauhid yang kuat
Tauhid yang kuat akan mendorong seseorang berhati-hati melakukan sesuatu khususnya perbuatan negatif. Dengan adanya tauhid yang kuat perilaku akan selalu terjaga karena setiap akan melakukan sesuatu selalu ada pertimbangan apakah yang akan dilakukan nantinya diridhoi Alloh atau tidak. Sehingga menimbulkan output perbuatan-perbuatan yang baik karena ada kontrol dari ketauhidan yang kuat.

2.      Pemahaman agama yang kuat
Ilmu agama adalah salah satu podasi dalam mengarungi hidup yang berkah. Tanpa agama hidup seseorang akan kacau dan tak terarah. Dalam hal ini, bukan hanya pemahaman dan pengetahuan tentang islam yang kuat namun juga mampu menerapkannya. Aqidah yang kuat, akhlaq yang baik dan istiqomah dalam beribadah wajib maupun sunnah yang membentengi orang dari berbagai ancaman yang dapat membahayakannya.

3.      Ilmu pengetahuan yang lebih
Ilmu pengetahuan yang lebih akan membantu pemuda islam dalam menjalankan peranya sebagai perubah peradaban. Tanpa ilmu bagaimana mungkin ia dapat melakukan perubahan. Tentunya seorang yang ingin merubah sistem pemerintahan haruslah mengerti dan memahami ilmu tentang pemerintahan. Tanpa pemahaman dan pengetahuan perubahan yang akan dilakukan justru akan memperburuk sistem pemerintahan. Pemuda islam tidak hanya dituntut untuk menekuni satu bidang ilmu saja namun juga menekuni berbagai bidang. Sehingga dengan bekal ilmu yang cukup ia siap melakukan perubahan dimana saja.

4.      Niat tulus dan komitmen
Setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Sebagai agent of change sudah menjadi keharusan untuk melakukan perubahan. Perubahan yang didasari dengan niat semata-mata karena Alloh untuk merubah dari tatanan yang buruk kearah yang baik. Niat yang benar akan menghadirkan komitmen yang kuat sehingga mampu menangkis segala ancaman-ancaman yang mencoba menghadang. Selain itu juga menghadirkan Ghiroh atau semangat pantang menyerah untuk berjuang menjalankan peran dalam menghadapi tantangan global.

            Pada dasarnya di era globalisasi, pemuda islam memikul suatu beban berat yakni merubah tatanan-tatanan kehidupan yang buruk kearah yang lebih baik untuk segala aspek kehidupan. Memang itu sangat membutuhkan perjuangan yang super ekstra keras agar terealisasi menjadi nyata. Man Jadda wa Jada Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Sejarah sudah memberi teladan betapa luar biasa perjuangan yang dilakukan Muhammad Al-fatih untuk melakukan perubahan yakni dengan menjalankan kapal besar dilautan gurun. Selain itu ada Shalahuddin Al-Ayyubi dengan usaha dan perjuangannya yang tak kalah luar biasa dengan Al-Fatih dalam menaklukan Yerussalem. Itu hanya dua contoh dimana seorang diusia mudanya mampu mengoptimalkan peluang untuk merubah peradaban.

            Kini tinggal kita sebagai salah satu pemuda islam ingin menempatkan posisi dimana, menjadi aktor utama perubahan, pemeran pendukung atau bahkan yang lebih ironis hanya menjadi penonton. Pertanyaan tersebut hanya kita yang bisa menjawab dan bukan hanya sekedar jawaban dari mulut tapi juga ada realisasinya. Mereka saja yang pada jaman teknologi masih sederhana dapat mengambil peluang dan berperan sebagai agent of change, mengapa kita tidak?  Mumpung masih muda, semangat masih membara, inovasi dan kreativitas terus ada dan didukung teknologi yang luar biasa maka marilah bersama rapatkan barisan untuk menjadi Al-Fatih atau Al-Ayubi era modern yang cerdas mengambil setiap peluang dan menciptakan perubahan. Sudah bukan saatnya pula berselisih sesama muslim tapi saatnya bersatu membentuk kesatuan padu untuk menghadapi segala bentuk ancaman terhadap islam. Sehingga umat ini tetap menyadang gelar Khairu ummah di bumi Alloh SWT.

Read more…

Senin, 13 Oktober 2014

Mengapa Harus ada Menunggu ....

Suatu hari, ada departemen disalah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mau mengadakan rapat. Seperti biasa H-1 hari sebelum rapat, si kepala departemen (Kadep) menjarkom bahwa besok ada rapat departemen jam 15.30 WIB disekretariat. Singkat cerita, jam rapat pun tiba, si kadep itu beranggapan paling datangnya pada molor sehingga habis ashar ia sempatkan makan dulu sama temannya. Di tempat makan, Hpnya pun berdering, sebuah pesan dari salah satu staffnya. “Mas, Aku udah di sekre nie, kok masih sepi” isi sms tersebut. Si kadep pun menjelaskan kalau  dia masih makan sembari nunggu yang lain. Si staff bales lagi, “kalau 15 menit belum pada datang, aku balik aja mas” belum sempat dibales karena si Kadep juga bingung mau jawab apa dan 15 menit pun berlalu. Akhirnya, “Mas, aku balik, ndak jadi ikut rapat” sms dari staff.

Kawan, apa makna dari cerita diatas??

Yaps,. Menghargai waktu itu penting dan yang paling penting jangan membuat orang lain menunggu. Tahu sendirikan rasanya bagaimana kita dikondisikan untuk menunggu orang lain apalagi kalau yang kita tunggu itu ndak ada kepastian. Booring itu pasti, pun juga sembari menunggu kita melakukan aktivitas lain juga kurang nyaman. Ya memang molor menjadi sebuah kebiasaan orang dinegeri ini. Namun, alangkah baiknya kita mengubah mindset kita, biarlah orang lain beranggapan molor itu wajar, tapi buat kita molor adalah sebuah penghinaan terhadap waktu. Selain itu coba berfikir bahwa ketika kita buat janji dengan seseorang misalnya jam 07.30 WIB kumpul ditempat A. Ya kita juga kudu konsekuen jam segitu sudah ada ditempat A, dan tidak buat janji atau melakukan aktivitas apapun yang dapat membuat kita tidak bisa tepat waktu. Kecuali kalau memang dalam keadaan darurat, Ingat Darurat yang bener-bener darurat.



Kawan, coba pikirkan juga pengorbanan orang lain untuk bisa tepat waktu memenuhi janji itu. Bisa jadi, ada yang berangkat lebih pagi karena memang jaraknya yang cukup jauh dengan tempat janjian atau mengorbankan aktivitas rutinnya. Tapi kita dengan gampangnya datang satu jam lebih lama dari waktu janjian dan membiarkan kawan kita itu menunggu. Padahal waktu yang digunakan untuk menunggu itu sangatlah berharga bagi teman kita. Efek yang lebih parah adalah dapat mengubah mindset orang yang suka tepat waktu. Mungkin gara-gara sering dibuat menunggu, dia beranggapan ngapain tepat waktu, paling juga molor. Nah tu gimana??

So,. Jangan buat orang lain menunggu...!!!!

Read more…

Sabtu, 02 Agustus 2014

AKSI PASOEPATI ZONA SANGAR FOR GAZA



Tawangmangu (23/07), Cuaca cerah nan menawan menghiasi langit Tawangmangu hari itu. Aktivitas di Pasar Wisata Tawangmangu pun tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya. Pasar yang menambah icon wisata kota Tawangmangu setelah Air Terjun Grojokan Sewu, Bumi Perkemahan Sekipan, dan Objek-objek wisata lainnya sebagai kota wisata yang berada di kaki Gunung Lawu. Pasar Wisata Tawangmangu memang memiliki daya tarik bagi pelancong-pelancong maupun bagi penduduk lokal karena memang di tempat ini berbagai kebutuhan tersedia. Sehingga wajar di tepi jalan dan atap pertokoan terpasang tulisan-tulisan saling bersaing menawarkan produk barang dan jasanya. Diantara tulisan-tulisan yang ada di jembatan penghubung Terminal dengan Pasar ada sebuah spanduk yang berbeda, Bukan Spanduk Iklan, Ucapan Selamat Idul Fitri ataupun Selamat berpuasa, bahkan bukan pula spanduk kampaye Calon presiden. Tapi Spanduk yang berisikan sebuah ajakan untuk mendoakan saudara-saudara kita di Gaza, Palestina yang sedang di Dzalimi Israel.

Permasalahan di Gaza akibat agresi militer Israel sudah puluhan tahun berlangsung. Sudah puluhan ribu nyawa menjadi korban kebiadaban bangsa yahudi itu. Sehingga banyak orang-orang dari negara lain terutama negara yang mayoritas berpenduduk Islam melakukan protes atas agresi militer itu. Termasuk Indonesia yang notabenenya negara berpenduduk Islam terbesar di Dunia. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengecam agresi militer Israel maupun membantu rakyat Palestina. Dari Aksi turun Jalan, menghimpun Dana, Aksi Freze Mob, Konser Kemanusian hingga menjadi relawan yang pergi ke Gaza. Kalau itu dilakukan oleh lembaga-lembaga kemanusian seperti KNRP, ACT dan sebagainya ataupun dilakukan oleh aktivis-aktivis dakwah baik kampus, sekolah maupun masyarakat umum itu mungkin sudah biasa. Namun ada yang unik sebuah Spanduk bertuliskan "Pasopati Zona Sangar Pray For Gaza" lengkap dengan bendera Indonesia dan Palestine menyapa dan mengajak mendoakan rakyat Palestine pada setiap pengedara maupun pejalan kaki yang  lewat jalan depan Pasar Wisata Tawangmangu. Uniknya, ajakan itu berasal dari Pasoepati Zona Sangar Supporter Tim sepak bola PERSIS Solo yang berasal dari Tawangmangu.

Itu Aksi mereka bagaimana aksi kita untuk saudara kita di Gaza sana. Ya setidaknya hadirkan mereka disela-sela rangkaian doa setelah Sholad kita.

Read more…

Sabtu, 26 Juli 2014

#1435HLebaranSalingBermaafan

Bila ada salah dalam setiap kata,.
Bila ada sikap yang tak terjaga,.
Atau ucapan yang buat luka,.

Walau tangan tak bisa berjabat bersama,.
Dan raga tak sempat bersua,.
Ditengah nuansa hari raya,.
Hidangkan maaf seluas Samudra,.

Taqabballahu minna wa minkum, shiamana wa shiyamakum,.
Mohon maaf lahir dan batin :)

(Syaiful Nur Arifan)

#1435HLebaranSalingBermaafan
#1435HSyawalKeepIstiqomah

Read more…

Kamis, 24 Juli 2014

Only 20++

Suatu hal menarik ketika membahas tentang nikah. Tak ayal begitu banyak yang pasang status mengenai kegaluannya (biasanya yang sering ikhwan kalau akhwat mungkin juga merasakan hal yang sama). Ironisnya orang yang pasang status-status galau gak nikah-nikah. Tapi yang orang yang diam-diam tiba-tiba ngasih undangan. Saya mau iseng aja buat postingan nasyid yang cocok dari pra hingga pasca nikah. Ini untuk yang sudah cukup umur, yang belum cukup umur jangan coba-coba hehe (pengen denger nasyidnya,? klik aja judulnya!)


Alkisah ada seorang pemuda umur duapuluhan tahun. Hanif biasa ia di panggil, seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bengawan. Kuliah dan berorganisasi selalu mengisi hari-harinya. Ia juga terkenal aktif sebagai salah satu pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di kampusnya. Ikhwan sebuah label tuk sebutan cowok dan Akhwat tuk yang cewek biasa digunakan di kalangan aktivis-aktivis LDK. Pun juga dengan si Hanif tak luput dari sebutan Ikhwan. Suatu hari, berkumpul lima orang Ikhwan dalam sebuah sekretariat. Mereka begitu asyik dan seru mendiskusikan sesuatu apalagi kalau bukan tentang Nikah dan Akhwat. Diantara lima orang itu, Hanif menjadi salah satunya. Masing-masing Ikhwan terlihat antusias menyebutkan nama-nama Akhwat dalam obrolan itu. Dari si Siti yang kepala Departemen Kemuslimahan, Si Anis Sekretaris Departemen Litbang, Si Rini Sekretaris Umum, Si Dian yang baru staff hingga Si karmila yang notabenenya mbak-mbak yang sudah alumni (Pesan Penulis : ini hanya adegan jangan ditiru ya..hehe).

Tiba di Kos Hanif pun langsung meneparkan tubuhnya di sebuah kasur kecil. Sembari merenung dan masih membawa sisa-sisa obrolan tadi dipikirannya. Ada sebuah keinginan dalam diri Hanif untuk menikah, menyempurnakan setengah dari Agamanya. Dalam pikiran timbul sebuah pertanyaan apakah ia udah siap, siap mental, siap fisik, dan bla-bla-nya. Tapi masalah terbesarnya siapa Akhwatnya??? Ia pun hanya bisa merayu-rayu dan di setiap malam bening ia selalu mengadu pada sang Pencipta. Tak lupa ia mengaktifkan radarnya mencari sosok yang dicari. Sosok yang kelak menjadi Jodoh Dunia Akhirat (Kang Abay). Meski namanya masih rahasia tapi Hanif tetep yakin bahwa ada sosok pendamping di masa depannya. Kini Hanif hanya bisa menanti jawaban atas doa dan Ikhtiarnya. Memang Penantian (Seismic) adalah satu ujian tapi Hanif tetap ada harapan. Karena keimanan itu tidak sekedar ucapan tapi adalah ketabahan dalam menghadapi cobaan. Sabar, hanya itu yang bisa ia lakukan dalam menanti pasangan hati dan tetap berdoa untuk tetep meneguhkannya dalam penantian ini.

"Berjumpa saat ta'aruf kita, bersama Ustad dan Ustadzah, saat keputusan pun dipinta, kau tersipuh tanda bersedia" , sepenggal lirik dari Amole voice terdengar dari HPnya. Tertulis di layar LCD 1 Message from ukhti Farah. "Tumben nie, nie Akhwat sms,. paling juga jarkoman kajian", pikir Hanif. Yah,. memang hampir lebih dari satu semester tak sms'an dengan Farah semenjak musyawarah akhir LDK. Meskipun sebelum itu intensitas berhubungan dengan Akhwat yang satu ini sangat sering karena tuntutan lembaga dimana waktu itu Farah adalah sekretaris dari bidang yang dikepalai Hanif. "Bismillah,. Akhi Hanif bgmn kbr antum? Affwan sebelumnya Akh, bila isi sms ini nantinya kurang berkenan di hati antum, sudah lama ana menyimpan ini, sebuah perasaan kekaguman pd Antum. Kini ana beranikan tuk ngomong ke antum bahwa ana menyimpan perasaan ke antum dan berharap antum mau menjadi imam ana?". Mak,. Jleb-Jleb,. setelah membaca deretan pesan itu tiba-tiba jantung Hanif pun berdetak semakin kencang seakan habis lari maraton. Ada rasa ketidakpercayaan dalam dirinya. Akhwat setangguh itu, Akhwat yang senantiasa menjaga Izzahnya, dan Akhwat yang selalu taat pada sang Khalik itu menginginkanku menjadi imamnya. "Ya Allah, Engkau menjawab doaku, dengan desain yang begitu indah, Sungguh engkau benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang", Pikir Hanif. Setelah meyakinkan dirinya dengan membaca sms itu berulang-ulang. Setelah cukup lama dan menata hatinya, dengan tarikan nafas panjang ia beranikan membalas sms tadi. "Alhamdulillah kbr sy baik, suatu anugrah yg luar biasa yg Allah karuniakan kpd sy, bs mnjd Imam Ukhti, tp ijinkn sy tuk istikharah terlbih dhulu agar keputusan yg qt ambil kputusan yg diridhoi Allah". Ukhti Nantikan Aku di Batas Waktu (Edcoustic)Ukhti kalau memang dirimu yang tertulis di Lauh Mahfudz sana menjadi pendampingku insya Alloh akan ku jemput dirimu dan bersama kita melangkah menuju surga abadi. Kini ijinkanlah daku tuk melakukan Istikharah Cinta (SIGMA) memohon petunjuknya mungkinkah dirimu yang dipilihkanNya tuk diriku. Hari berganti hari akhirnya Hanif pun menemukan keyakinan, jawaban atas Istikharahnya. Ia yakin bahwa farah adalah tulang rusuk yang dipilihkan Allah untuknya. Dan kini ia siap menjemput Farah yang telah lama menanti di batas waktu.

Kini tibalah hari bahagia itu, hari dimana sepasang insan mengikat janji suci dalam perNikah(Alief)an. Setelah melakukan ta'aruf sebelumnya kini tiba Hanif dan Farah pun menikah. Menikah karena ibadah, untuk menyempurnakan separuh dari agama. Di pernikahannya Hanif memberikan mahar sederhana, "inilah Maharku UntukMu (Alief) ukhti Farah, seperti ini yang ku mampu , sepenuh hati ku berikan sebagai wujud cintaku, tapi ini tulus ku serahkan pada dirimu, seorang yang kupilih, Ucap Hanif pada Farah. "Duhai Pangeranku, ana tidak menginginkan gunungan emas atau pun limpahan harta, engkau menjadi imam ana saja merupakan suatu Anugrah Terindah (Gradasi) yang Allah karuniakan pada ana." jawab Farah. Ketika Dua Hati Manyatu (Seismic) dalam pernikahan menyatukan dua hati yang berjanji tuk arungi hidup di jalaNya, Allah akan berkahi mereka kala dalam asa kala dalam doa. Dan seketika itu, teman-teman Hanif dan Farah yang hadir dalam pernikahan tersebut mengucapkan kepada kedua mempelai selamat datang di Dunia yang baru dan mendoakan semoga Bahagia serta semoga menjadi mentari bening pagi yang senantiasa menerangi bumi dan hati tanpa pamrih.

Hanif pun sangat bersyukur atas hadirnya Farah untuk menjadi teman hidup selamanya. Belahan hatinya pun kini telah terisi, Ia dan Farah kini telah mengikat janji bahagia. Ia pun mengajak Farah tuk berlayar merenda keluarga merentas hidup bersama. Dia sangat bahagia ditemukan belahan jiwanya dan berharap Tuhan mempersatukan mereka selamanya hingga bahagia sampai surga. Sembari minta Farah memegang tangan dan menatap matanya, Hanifpun berkata, "Farah Kau Ditakdirkan Untuku (Edcoustic ft Inteam)" . Seketika itu juga wajah Farah pun tersipuh malu. 

Sekian bulan pun berlalu, kini Hanif baru menyadari bahwa menjadi Imam Farah sebuah kenikmatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Ketika Hanif menatap mata Farah, terpancar sebuah cinta yang suci walau pernikahannya dengan Farah terbangun dari beda dunia. Tapi Farah tetaplah Farah, seorang wanita mulia yang ikhlas hidup bersahaja meski sebelumnya ia hidup tanpa perih namun disitulah letak kebahagiannya. "Duhai Pendampingku (Edcoustic) Akhlaqmu permata bagiku buat aku makin cinta tetapkan selalu janji awal kita bersatu bahagia sampai ke Surga". Ucap Hanif. Semakin hari cinta mereka pun semakin erat, Farah mampu menjadi Bidadari Surga (Ust Jefri Al Bukhori) yang punya setia yang mampu menjaga kemurniaanya saat Hanif tak ada dan jauh darinya serta yang mampu memahami segala kekurangan Hanif. Hadirnya Farah pun menjadi tempat berlindung Hanif dari kejahatan nafsunya. Kini tiba tahun kedua setelah pernikahan, kebahagiaan semakin terpancar dari mereka berdua dengan hadirnya seorang hasil buah kasih sayang mereka yang kian menjadi keluarga mereka menjadi Keluarga Bahagia (Saujana) yang sedamai taman firdausi karena limpahan kasih sayang sejati dan seharum semerbak kasturi mengharumi hidup insani.

Allahu Akbar,. Allahu Akbar,. Adzan subuh pun membangunkan Hanif dari petualangan di mimpi indahnya. Ternyata keindahan-keindahan tadi hanya sebatas mimpi. Hanif masih tetap menjadi mahasiswa yang masih galau dan belum mempunyai keberanian untuk menikah. Sekian 

Read more…

Senin, 19 Mei 2014

Menjadi Qiyadah Ideal

Sudah menjadi fitrahnya setiap perkumpulan ada satu yang memberikan komando dan memberikan arahan untuk meraih tujuannya atau kita kenal sebagai pemimpin. Pun juga dalam suatu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) ada yang namanya pemimpin atau sering kali biasa disebut sebagai qiyadah. Qiyadah disini biasanya menempati posisi Kepala/Sekretaris Departemen, Kepala/Sekretaris Bidang, dan yang tertinggi Ketua umum. 

Dua periode di dua lembaga dakwah, membuatku memahami bagaimana peran qiyadah. Menurut saya, Seorang qiyadah yang ideal, hendaknya berkomunikasi kepada staf/jundinya tidak hanya ketika ia perlu bantuan mereka saja. Misalnya ketika ada kepanitiaan seminar dan kebetulan kita menjadi Panitia Pengarah dan jundi kita sebagai salah satu panitianya. Dalam hal ini tentunya intensitas komunikasi qiyadah dengan jundinya sangat sering karena kondisi yang menyebabkan demikian. Namun yang sering terjadi adalah setelah seminar selesai kemudian kepanitiaannya bubar maka akan bubar pula intensitas komunikasi antar kedua pihak tersebut. Baik butuh bantuan maupun tidak, ada kerjaan ataupun tidak, tetap diperlukan untuk saling berkomunikasi. Entah sekedar menanyakan kabar, ataupun mengirim pesan tausyah. Hal itu untuk mempererat ikatan hubungan antar keduanya. Seorang qiyadah juga harus memahami kesibukan jundinya, dari jurusan/fakultas mana ia berasal, bagaimana jadwal kuliahnya, bagaimana kesibukannya, sampai apa saja organisasi yang ia ikuti. Hal-hal tersebut yang diperlukan untuk memetakan pembagian job kepada jundi-jundi kita. Ketika rapat pun juga jangan selalu memmbahas proker-proker dan proker tapi sekali-kali menanyakan bagaimana amal yauminya, bagaimana kuliahnya dsb. 

Seorang Qiyadah tidak hanya sekedar bertanggungjawab terhadap kinerja bidang maupun departemennya tetapi juga punya tanggungjawab membina jundi-jundinya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Memang antar qiyadah satu dengan yang lainnya punya cara yang berbeda dalam melakukaan pembinaan. Apapun caranya, selama itu tak melanggar syariat tak masalah. Teringat ditahun pertama masuk lembaga, saya yang notabene'nya sangat-sangat pendiam disuruh nge-MC di kajian rutin untuk pertama kali, kedua kali, bahkan tidak tahu sampai beberapa kali. Tapi ada nilai positif dari langganan jadi MC kajian, yakni membuat saya lebih PD ketika ngomong didepan. Kemudian tahun ke dua, banyak nilai-nilai yang diberikan dari qiyadah walaupun awalnya saya jengkel juga. "Kalau SMS lawan jenis ndak usah pake smile",  "kalau sms akhwat beda bidang, lewat mbak sekbidnya", "Jangan boros-boros tanda !!!!! " "Panggil adek-adekmu dengan akh/ukh". Yah, itulah kalimat-kalimat yang diberikan qiyadah-qiyadahku untuk menunjukan kasih sayangnya pada waktu itu. Ada perasaan gag terima, kok banyak aturan gini-gitu. Sekarang setelah kondisi memisahkan kita, saya menyadari bahwa ya memang seharusnya begitu. Karena hal-hal itu salah satu yang membuat baiknya suatu lembaga. Selain itu begitu banyak teladan dan inspirasi dari qiyadah-qiyadah yang bisa saya petik dan kemudian saya inovasi untuk diterapkan dilembaga lain. "Ukhuwah Never Ending" itu memang benar, demisioner bukan berarti tidak ada lagi sms tausyah, bukan tidak lagi silturahmi. Alhamdulillah, SmS tausyah masih ada, pun juga silturahmi. 

Note : Syukron Jazakumulloh Khoiron Katsiron atas pembinaan, teladan dan inspirasi yang engkau berikan 
cc : Mas Hasan Cahya (Ketua Umum JN UKMI 2013) , Mas Listiawan & Mbak Rina Dewi(Kabid & Sekbid BKK  JN UKMI UNS 2013) dan Mbak Ulfah Maslahah (Kabid Nisaa' JN UKMI UNS) dan yang lain pula Terima kasih :)

Read more…

Tolong,. Jangan Panggil "Pak" atau "Ketum" ataupun "Pak Ketum"..!


"Pak Ketum" sebuah panggilan yang tidak saya sukai. Ya, sederhana saja kenapa saya tidak menyukainya. Panggilan yang terdiri dari 2 kata itu tidak sekedar panggilan biasa tapi juga membawa beban berat bagi saya. Pertama, "Pak" panggilan pak identik dengan bapak-bapak, seseorang yang sudah punya anak atau orang yang berumur 30 tahun keatas. Sedangkan saya masih umur diawal dua puluhan. selain itu panggilan "Pak" juga mengidentikan bahwa yang dipanggil dengan panggilan itu sudah dewasa, dapat dicontoh dan menjadi panutan. Disini saya pun juga masih belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu memberikan inspirasi. Jadi kata Pak memberikan beban tersendiri bagi saya.


Kedua, "Ketum" , yah memang posisi saya sekarang sebagai ketua Umum tapi saya juga tidak mau dipanggil "ketum" . Sama seperti yang pertama, panggilan ini juga membawa beban tersendiri bagi saya. Amanah tidaklah hanya sekedar panggilan saja, tapi yang lebih penting dari itu amanah itu ketika kita mau berusaha semaksimal mungkin untuk mmenjalankan amanah sebaik-baiknya. 

So,. jangan panggil saya "Pak", "ketum" maupun "Pak Ketum" saya jauh lebih suka dipanggil "Dek" atau "Mas" Ataupun "Akh" :)

Read more…

Jumat, 27 Desember 2013

JANGAN BIARKAN BUDAYA LOKAL PUNAH..!



Seiring berjalannya waktu, jaman semakin terus maju dan kini tibalah jaman yang biasa disebut era globalisasi atau ada yang mengatakan era modern. Era yang mengubah tatanan hidup manusia dari tradisional ke modern. Era ini identik dengan masuknya budaya-budaya asing ke dalam negeri. Semakin bertambahnya tahun, seakan budaya asing perlahan mulai menggeser budaya lokal. Kebanyakan orang mempunyai mindset bahwa budaya asing itu lebih keren dan terlihat lebih stylist daripada budaya lokal yang menurut mereka kuno dan ketinggalan jaman. Untuk mengubah mindset tersebut perlu strategi khusus dan kerja keras agar budaya lokal tidak punah.

Read more…

Jumat, 31 Mei 2013

Teruntuk Saudara_saudari Ku Di DKL JN UKMI UNS'13 dan ADKES SKI FMIPA UNS'13

Read more…

~>> wAhai Pemuda,. Branilah Bermimpi <<~

Bismillah,.
Bicara tntang mimpi ya,. Emm, mimpi itu adlh start ato jalan prtama ksuksesan, klow versi laskar plangi itu mimpi itu adlah kunci, kunci u/ kita mnaklukan dunia. Seorg yg hebat, seorg yg sukses awalnya dia bermimpi dluw pngen jdi apa sich, shg seiring dgn berjalannya hdupnya ia slalu ingat akan mimpinya yg mmbuat n memotivasi drinya u/ brusaha mwujudkannya.

Read more…

Jumat, 12 April 2013

~o~ PeMuDa pErUbAh PeRaDabAn ~o~


sumber: buletin PIJAR UKMI dan sumber terpercaya lainnya


Bung karno pernah b’kta “ berikanlah aku 10 pemuda maka akan ku ubah dunia”,.

Dr perkataan itu timbul pertnyaan di benak qt,. Bgmn dgn hnya 10 pmuda dpt mngubah dunia??. Tp itu memang benar, KENAPA?

Krn Pemuda dlm suatu ngr/masyarakat/kelompok/umat adlh sbg sumber kekuatan, pembuat kmulian, arsitek khidupan. Pemuda memiliki potensi n kekuatan, memilki byk wktu n keinginan, memilki ksempatan bsar u/ mndpatkan pkerjaan n amal sesuai keinginan mrk.


Klau qt lihat sjenak sejarah n peradaban mnusia slalu mnghadirkan pmuda sbg aktor perubahan. Coba tengok muhammad diangkat mnjadi rosul terakhir ktika umur 40 thun, suatu umur yg msih bsa dkatakan sbg pmuda. Ibnu abbas b’kta, ‘tdk seorg nabi pun yg diutus Allah, mlainkan ia(dpilih) dr kalangan pmuda sja. bgitu pula tdk seorg alim pun yg diberi ilmu mlainkan ia dr kalangan pemuda.’ Stelah muhammad SAW mnjadi rosululloh yg mnjadi pengikut-pngikut sbg gnerasi p’tama adlh mayoritas pmuda n remaja spt Ali bin abi talib, Zubair bin Awwam(8thn), Thalhah(11thn), Al-Arqam(12thn), Abdulloh bin mas’ud(14thn), saad bin abi waqqas(17), ja’far bin abi talib(18), Zaid bin Haritsah(20), ustman(20), Umar(27), bilal(30), abu bakar(27) dll.


Rosululloh pernah bersabda “Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya”(HR Ahmad n tobrani). hadits tsb dkmukakan rosul ktika beliau hdup skitar abad ke 6. Seiring berjalannya wktu pd abad ke 9 ato tahun 825 munculah pmuda 23 thun dgn gigih dan tekad yg kuat brazil mwujudkan hadist rosul tsb beliau adl Muhammad Al fatih.


Selain itu kbangkitan Eropa(sekuler/kpitalis) dgn fragment revolusi Prancis yg mnumbangkan monarki n grejawan di abad p’tngahan(1789) tdk lepas dr peran pmuda sprti: Rosseau,montesqieu, condorcet, Olympe de gouges, mnjdi motor masyarakat yg berujung pd revolusi mnandai zaman bru n mngilhami bangkitnya renaisance Eropa. Di Rusia Revolusi Bolsevik (1917) mnndai jtuhnya Dinasti Romanov pun dgerakan oleh pmuda.



Brp fakta diatas mrpkan titik kcil dr jutaan contoh peran pmuda sbg perubah peradaban, sbg tongkat kbangkitan umat.



Nah, skrg pemuda itu adlh KITA, qt yg akan mnjdi perubah perdaban slnjutnya, mau dibawa kmn ngr/masyarakat/umat kearah positif ato negatif tergantung qt saat ini.



Ngra indonesia sngat mngharapkan peran aktif qt sbg pmuda. Ratusan juta rakyat indonesia memimpikan, mngidamkan n sngat b’hrap mncul seorg Pemimpin n wkil rakyat yg amanah, lbih mementingkan rakyat dr pd drinya layaknya Umar bin khatab, siap mnjdi pmimpin/ wkil krn ingin mnsejahterkan rakyat bkan krn materi, Tdk mnrima suap(sejenisnya) wlau 1 rupiah pun, dan pemimpin/wkil yg pnya moral serta tkut pd TUHAN.



Sbg pmuda, ktika qt melihat wkil-wkil rakyat pd KKN, qt sbg pmuda shrusnya tak hnya skedar mngumpat,mengolok ataupun memisuh’i mrk tp blajar, mksudnya belajar mngatasinya shg kelak ktika qt duduk mnggantikan mrk qt tak kan mlakukan hal sama.



Bgitu jg masyarakat btuh dgn qt sbg pmuda,. Di masyarakat peran pmuda bkan hnya skedar mnjadi sinoman ato mnyuguhkan mkanan ktika ada org pnya hajat. Tp yg dbtuhkan adlh ilmu-ilmu,kreativitas,inovasi dan peran aktif qt dlm memajukan masyarkat.



Sbg seorg pmuda qt hrus memiliki kbermanfaatan bgi masyarakat/org lain, krn

“khoirunnas anfauhum linnas”

Sebaik-baik mnusia adalah mnusia yg bermnfaat bgi org lain(HR.Ahmad)



Skrg tugas qt sbg pmuda, siapkan dri qt mnjadi sosok yg di idam”kan rakyat indonesia. Yuk, bangkit dr kemalasan qt, yuk bngkit dr tdur pnjang qt, yuk bangkit dr ksenangan” yg tak ada gunanya. SEMANGAT u/ PERUBAHAN LEBIH BAIK KRN KITA PERUBAH PERADABAN.



Sekian, smg b’mnfaat n mhon ma’af bila ada slah kta ato kta yg tak sesuai n krg berkenan.

Read more…

Selasa, 22 Maret 2011

Tawangmangu :

Tawangmangu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di kota Solo yang letaknya dekat di lereng Gunung Lawu. Seperti tempat wisata Kaliurang di Yogyakarta, tawangmangu memiliki udara yang dingin, berada pada tempat yang tinggi sehingga sering berkabut, sekitar 1 jam perjalanan dari Solo menuju Tawangmangu, atau sekitar 50 kilometer kearah timur, akan bayak ditemui pemandangan alam yaitu area persawahan yang hijau membentang, juga banyak jurang - jurang yang cukup curam bilamana kita sudah memasuki area Tawangmangu ini. Diwarnai dengan banyaknya penginapan berupa villa atau wisma, ada yang disewakan juga ada yang milik pribadi, serta rumah makan, restoran, atau pedagang sate keliling yang menjadi makanan favorit di tawangmangu ini. Di Tawangmangu sendiri ada tempat wisata yaitu Grojogan Sewu dengan tinggi air terjun sekitar 1000m, memang kita diharuskan membayar sejumlah retribusi karcis masuk, namun itu tidak sebanding dengan keindahan alam yang disajikannya, disana kita diharuskan berjalan menuruni undak - undakan atau tangga batu dengan jarak kecil - kecil, disekelilingnya merupakan aneka pepohonan yang mungkin sudah sangat tua usianya, seperti pohon ringin, pohon jati yang sangat rindang, tapi hati - hatilah dengan penghuni disana, yaitu ratusan monyet yang kadang cukup nakal untuk menggangu para turis dengan merampas barang bawaan mereka. Maka sesampainya di Grojogan Sewu, kita dapat menikmati pemandangan alam yang sangatlah indah disana, kita dapat bermain air, berbasah - basah sesuka hati. Jika kita kearah timur sekitar 45 menit dari Tawangmangu, kita akan menjumpai danau Sarangan, pemandangannya juga tidak kalah indahnya, kita dapat membeli makanan jadah bakar yang sangat lezat disana, sembari menaiki kapal boat untuk berkeliling disekitar danau Sarangan.

Read more…

JILBAB PUTIH



Udara panas serta angin membawa debu berhamburan dilatar sebuah rumah dan beberapa rumah disekelilingnya. Daerah Klaten tepatnya desa Mandungan, bulan agustus di desa tersebut sangatlah miris, air sulit dicari. Hari ini begitu panas, memang bulan-bulan ini sedang musim kemarau, yang menyebabkan udara dan hawa diluar rumah sangat tidak mengenakkan. Maka dari ir\tu, desa Mandungan sangat sepi, tidak ada orang = maksudnya tidak ada, benar-benar tidak ada yang diluar rumah=. Setiap orang pastilah sangat enggan keluar rumah karena hal tersebut.

Disebuah rumah jawa becat biru muda, merupakan salah satu rumah sederhana didesa itu, ada sedikit gemuruH.
“Pak, aku ndak ikut saja, aku kesel tenan!” Ucap wanita muda memakai kaos merah muda dan bercelana jeans itu diruang tamu.

“Bu?? Ayo, buruan tema-teman dipemancingan sudah menunggu! cepatlah sedikit!” Jawab seorang pria sedikit agak tua kepada wanita tersebut.

“Aku capek pak harus jadi penghibur di pemancingan itu, bayak tamu yang nggak sopan kepadaku!” ucap wanita itu kembali.

“Bu Halimah, istriku sayang! Buruan ta!!” Ucap pria itu sedikit menggertak.

“Ii…iya pak! Maaf. Yuk, kita berangkat.”

Akhirnya Halimah dan suaminya segera meninggalkan rumah dengan sepeda motor Revo nya. Mereka berjalan menyusuri jalan Jogja-Solo yang sangat panas.

“Tuhan, aku ingin bebas!” Halimah berkata dalam hati.

Halimah membuka tas merahnya dan mengambil sesuatu dari dalam tas tersebut, sebuah Al-Quran.

“Andai aku bias membacanya, andai aku seorang muslim yang dapat membaca tulisan ini dengan nada-nada indah! Aku ingin sekali Tuhan!” Kembali Halimah berkata dalam hati dan berfikir.

Disepanjang jalan menuju pemancingan dimana Halimah bekerja denan suaminya, Halimah hanya diam, tak banyak bicara satu kata pun dengan suaminya. Dia berfikir, dia dalam keadaan tertekan kali ini. Entah apa yang menyebabkan dia seperti itu.

Halimah masih membawa Al Qur’an ditangannya. Lalu ia memasukkan kembali ke tasnya itu.

Halimah memandangi pemandangan disepanjang jalan menuju tempat ia bekerja. Melewati sawah-sawah bertanamkan jagung, menyusuri jalan pedesaan yang bias dikatakan ramai.

45 menit perjalanan, sampailah mereka disuatu tempat pemancingan, dengan plank bertuliskan “Warung Apung & Pemancingan ILHAM 01”. Pemancingan hari itu sangat ramai, karena hari itu hari minggu.

Segera diparkirlah motor Revo itu ditempat parker.

“Kok baru berangkat mbak Imah??” Tanya seorang penjaga parkir kepada Halimah.

“Iya mas, mari mas,” Halimah bergegas masuk.

Halimah adalah seorang yang ramah pada siapapun, termasuk tukang parkir.

“Titip yo mas,” Ucap laki-laki yang tadi memboncengkan Halimah.

“Sip mas Bambang”

“Ok, sekarang kita saksikan penyanyi kita yang telah kita tunggu dan nanti-nantikan, mbak Imah!!” Suara itu terdengar di sound system yang terletak persisi di tengah warung apug itu.

Seketika itu halimah maju dan menuju panggung dan langsung bernyanyi dangdut. Dia menyanyi seperti ada paksaan, ada tekanan dalam batinnya, namun ia tutupi. Setelah Halimah menyanyikan 2 lagu, ia langsung duduk. Jam menunjukkan pukul 12.00 WIB. Ia ingin ke kamar mandi. Lalu ia bergegas kekamar mandi yang terletak diantara mushola dan dapur. Beberapa saat, Halimah keluar dari kamar mandi dan berjalan diatas papan-papan yang tersusun rapi, seperti rumah gadang. Dia membuka tas nya mengambil sesuatu dari tas merah nya,mengambil dompet. Mengambil beberapa uang ribuan, lalu ia memasukkan ke kotak amal. Dia berhenti sejenak, ia lihat di mushola itubeberapa orang sedang beribadah. 1 jadi imam dan yang lainnya dibelakangnya. Halimah masih juga belum berpindah dari tempatnya. Ia memandangi lekat-lekat beberapa orang yang sedang melakukan sholat itu. Tiba-tiba Halimah meneteskan air mata.

“Kenapa aku menangis?” Tanya Halimah pada dirinya sendiri. Ia lalu mencuci muka di tempat wudlu. Beberapa orang yang sholat tadi sudah selesai,ada salah satu yang menghampiri Halimah.

“Mbak,mau sholat? Ini mukenanya silakan!” Ucap seorang wanita sebaya Halimah kepada Halimah.

“E..e.. ia terimakasih mbak!” Sambil tersenyum Halimah sedikit gagap menjawab. Mukenanya berwarna putih dengan rendra berwarna hijau itu dia terima, dia bingung, benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan disana.

Sementara itu dipanggung tempat Halimah tadi bernyanyi, Bambang, suami Halimah sedang menjadi MC. Dan didepan mushola kecil itu masih ada Halimah yang belum beranjak. Dengan pelan, ada keraguan Halimah melangkah menuju mushola. Ia mau masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu, sepertinya Ia tahu adab memasuki tempat suci. Seperti mushola, Halimah sudah masuh, Ia menuju pojok mushola, didalam mushola masih ada seorang lelaki, sedikit lebih tua disbanding Halimah.

Halimah sedikit melirik ke lelaki itu, lelaki itupun demikian hingga akhirnya kedua mata insan itu bertemu. Lelaki itu langsung menunduk dengan berucap “Astagfirullah aladzim!”

Halimah masih memandangnya, Halimah masih membawa mukena yang diberikan seorang wanita tadi. Dia meletakkan mukena itu dialmari kembali sambil berkata “Aku belum siap. Maafkan aku!”

Sepertinya lelalki didepan Halimah, mendengar perkataannya. Seketika lelaki itu berbalik dan berdiri tepat didepan Halimah. “Assalamu’alaikum” Lelaki itu menyapa Halimah. “maaf mbak, saya tadi mendengar perkataan mbak, lalu saya kaget dan saya ingin bertanya dengan mbak. Tapi saya mohon maaf kalau saya lancing.”

“Wa’alaikumsalam” Halimah sedikit gugup dan gagap menjawab salam seorang muslim itu. “Saya Halimah, penyanyi disini mas!” Halimah menjawab sambil menata nafas dan sikapnya.

“saya Very. Sepertinya lebihenak kalau berbincang sambil duduk.”

“Kita duduk dekat situ saja mas, kosong kok.” Keduanya munuju meja kosong disamping mushola.

“maafa mbak. Ehm, mbak Halimah, kenapa tadi mbak Halimah bilang kalau belum siap. Belum siap bagaimana mbak? Maaf daya lancing Tanya seperti itu!” Very yang pertama mengajak berbicara.

Halimah menjawab dengan senyuman. Lalu very kembali bertanya “Mengapa mbak Halimah tersenyum?”

“Tidak ada apa-apa. Perlu mas Very ketauhi, maaf ya! Saya itu bukan seorang muslim!”

“Masya Allah?? Maakan saya mbak Halimah, saya ndak tahu!”

“Tidak apa-apa, saya tadi juga sempat kaget ada wanita yang memberi saya mukena. Ehm, mas Very sudah sholat?”

“Sudah mbak!” Very menjawab, namun hanya menunduk, tidak berani menatap Halimah.

Namun tidak denagan Halimah. Halimah terus saja menatap mata Very.

“Mas Very ndak usah takut gitu! Kok nunduk terus??”

“Saya tidak takut mbak. Saya menunduk karena saya menjaga pandangan daya. Saya ingin menjaga mata saya dengan tidak memandang lawan jenis dengan nafsu.”

“Apakah islam mengajarkan seperti itu mas?” Tanya Halimah.

“Tentu mbak! Menurut pribadi saya islam itu sangat luar biasa, islam itu untuk semua zaman dan bagi seluruh alam”

“Maksudnya bagaimana mas Very?”

“Mbak Halimah, dalam Al Qur’an kitab suci saya, dijelaskan tentang berbagai hal, tentang perintah dan larangan, tentang kehidupan, hari kiamat dan berbagai hal lainnya mabak. Termasuk seperti menjaga pandangan kepada lawan jenis yang bukan mhram.”

“Saya masih bingung mas Very? Saya ini bukan muslim, namun saya tertarik dengan ajaran-ajaran muslim, saya kagum dengan Al Qur’an. Saya membawa Al Qur’an dimanapun dan kapanpun” Halimah berkata seperti itu sembari mengeluarkan Al Qur’an dari tas merahnya.

“Subhanallah, mbak Halimah ini memang….. ehm, ndak jadi saja” Very sedikit kaget dengan perkataan Halimah tentang Alqur;an tadi.

“Saya ingin dapat membaca Al Qur’an mas? Oiya saya masih belum mengerti tentang menjaga pandangan itu mas, tolong jelaskan ya mas?”

“Mbak Halimah, dalam Alqu’an tentang pedoman antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram telah dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 30 dan 31. A’udzubillahiminasayaitonirrajim bismillahirrohmanirrakhim, kulill mukminiina yaghuudhumin ab shorihim wayakhfadzu furujahum dzalika adz kalahum innallaha khabirum bima yash na’un. Artinya : katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesengguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Saya takut akan azab dan peringatan Allah mbak!”

Halimah mendengar itu sontak bertepuk tangan sambil berkata “keren Banget mas, saya sangat kagum dengan islam dan kitab sucinya. Jujur saya ingin sekali dapat membaca Al Qur’an. Dulu waktu saya masih SMA, pas saya masih seorang muslim saya belum bisa membacanya mas. Karena saya dlu sekolah tidak di madrasah atau sekolah umum. Tetapi diluar negeri mas.”

“Subhanallah, luar negeri mana mbak??”

“Di SMK Kristen 75, hehehe.” Lalu keduanya pun tertawa.

“Astagfirullah, sudah jam 2 mbak, maaf saya harus pergi, mau mengkuti pengajian di masjid jami’. Maaf mbak, Insaya Allah dapat dismbung lain waktu.”

“Ok mas Very. Sebenarnya saya masih banyak yang ingin saya tanyakan sama mas Very. Terima kasih ya mas atas penjelasannya. Sangat mengesankan.”

“Sama-sama mbak Halimah” Very segera berdiri dan berjalan menyusuri jalan dari papan-papan kayu itu.

Halimah segera menuju ke panggung kembali.

“Darimana tho? Ditunggu malah kemana aja kamu ini. Mau pulang ndak?” Tanya Bambang pada istrinya.

“Iya pak, mari pulang!”

Keduanya langsung bergegas meninggalkan panggung dan menuju ke tempat parkiran.

Akulah para pencarimu Ya Allah………..

Dering itu terdengar dari HP Halimah.

“Hallo” Halimah mengangkatnya.

“Ini ibu nduk, gimana kabarmu? Gimana Bambang?” terdengar suara seorang wanita dari HP halimah.

“Baik bu, ibu gimana?”

“Alhamdulillah, baik juga nduk, piye Bambang? Masih sering gebukin kamu?”

“Ya seperti inilah bu, tapi Halimah ikhlas kok bu!”

“Kok suaramu sayu sekali, kamu lagi sakit ya nduk?” Tanya ibu itu kepada Halimah.

“Ndak kok bu. Bu??”

“Iya nduk , ada apa?”

“Saya ingin seperti dulu, saya ingin seperti ibu!” Halimah sambil terisak, air mata mengalir di kedua mata beningnya.

“Seperti dulu gimana nduk?” Tanya ibu agak bingung.

“Saya ingin kembali muslim bu, saya ingin menjadi mua’allaf” kata khalimah sambil menangis.

Halimah semakin terisak, kembali air mataya meleleh di pipinya.

“Kamu sudah bilang sama suamimu nduk? Menurut ibu, yang terbaik buatmu itu yang bias menentukan ya Cuma kamu. Ibu hanya bisa mendukung dan berdo’a. Sudahlah, kamu jangan menangis seperti itu. Sudah.”

“Iya Bu, terimakasih.”

“Ya sudah, sebaiknya kamu bilang sama suamimu. Bagaimana baiknya. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam. Salam buat bapak ya bu.”

Setelah telepon mati, Halimah langsung keluar, duduk di kursi depan rumah. Kursi kayu, berwarna coklat tua lalu ia pandangi langit.

“Mendung, kelam, seperti mata hatiku, aku ingin kembali terang. Aku ingin seperti dulu. Aku sesak dengan semua ini. Aku sesak dengan semua sikap Bambang kepadaku. Aku sesak dengan polah tingkah Bambang yang begitu menyakitiku.”

Halimah berbicara sendiri dengan malam yang dingin, dimalam berawan mendung, tak ada bintang, apalagi bulan.

Ia teringat kata-kata Very, “Islam itu sangat luar biasa. Islam itu untuk semua zaman dan bagi seluruh alam.”

Kata-kata itu yang sedang ia pikirkan. Kata-kata itu yang selalu terbayang.

“Islam memang sungguh luar biasa. Aku ingin menjadi salah satu didalamnya kembali.”

Halimah adalah anak seorang petani. Dari kecil ia telah di didik dengan cara islam, karena kedua orang tuanya seorang muslim. Hingga berumur 17 tahun, Halimah menjadi muslim. Namun, ketika dilamar Bambang, pemuda yang dulu begitu ia cintai, ia menjadi tidak muslim lagi. Ia berpindah agama seperti Bambang, karena paksaan Bambang.

Hari minggu selanjutnya pun tiba, seperti aktifitas biasanya. Halimah dan Bambang menuju ke tempat mereka bekerja sebagai penghibur di pemancingan. Dulu Halimah mengenal Bambang bukan seperti Bambang sekarang, dulu Bambang adalah seorang yang sabar, pengertian, perhatian, rajin, bisa menjaga nama baik, dan tidak kasar, namun ternyata setelah Halimah menjalin hubungan, rumah tangga bersama Bambang selama satu tahun, semua terasa berbeda.

Kelakuan si kucing garong……………

Lagu itu terdengar di sound system di panggung itu, itu suara Halimah.

Tiba-tiba ada Bapak-bapak sekitar 45 tahun dating menghampiri Halimah.

“Mbak tak sawer yoh…….”

Halimah hanya tersenyum sambil terus menyanyi.

“Aku pilih ya mbak tempatnya,yo asik”

Bapak tua itu memberikan uang kepada Halimah sambil berjoget, namun Halimah kaget setengah mati ketika bapak tua itu meletakkan uang saweran tidak pada tempatnya, seketika Halimah mendorong bapak tua itu. bapak yang mungkin sedikit agak tidak waras hanya tersenyum dan berlalu.

Halimah telah menyanyikan beberapa lagu, jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Halimah langsung bergegas ke mushola seperti janjinya minggu kemarin. Ia akan bertemu dengan Very, seorang ustadz yang seminggu lalu sedikit menjelaskan tentang menjaga pandangan.

“Assalamu’alaikum” kali ini Halimah yang mengucap salam.

“Wa’alaikumsalam” Very menjawab dengan senyum yang sangat ramah.

“Mas Very bagaimana kabarnya?”

“Baik, Alhamdulillah, gimana kabarnya mbak Imah?”

“Baik, tapi tidak terlalu baik. Hehehe, mas Very saya ingin minta tolong dijelaskan tentang Islam yang luar biasa itu.”

“Baik mbak, Islam itu luar biasa:

Islam itu untuk semua zaman, seperti yang tercantum dalam Al Qur’an surat An-Nahl ayat 35 yang artinya: Dan sesungguhnya, Kami mengutus Rosul pada tiap-tiap umat. Sembahlah Allah saja dan jauhilah tagut itu

Tagut adalah setan dan apa saja yang disembah selain Allah SWT

Islam itu rahmat bagi seluruh alam.

Islam juga mengatur semua fase kehidupan manusia. Mulai dari kandungan, lahir, anak, remaja, dewasa, mati.

Ajaran Akidah Islam pun juga menyeluruh mbak. Tentang semua hal, manusia, Tuhan, alam, hari pembalasan, dll.

Dan yang terakhir, ajaran akhlak Islami yang universal salah satunya yang sufah saya jelaskan minggu lalu itu mbak.”

Panjang lebar penjelasan dari Very.

Halimah menitikkan air mata.

“Mbak Imah kenapa?” Tanya Very kepadanya.

“Tak apa mas.” Jawab Halimahsesenggukan dengan menunduk, lalu Ia bangunkan kepalanya itu menatap gadis yang lewat disamping nya.

“Aku ingin seperti dia Mas.” Sambil menunjuk gadis berjilbab biru muda yang baru saja lewat.

“Subhanallah, mbak Imah ingin seperti dia? Itu juga merupakan salah satu ajaran Islam untuk menutup aurat. Yang bisa merubah dan memperbaiki diri mbak Imah adalah diri Mbak Imah sendiri.”

Tiba-tiba Bambang datang dan langsung menarik tangan Halimah.

“Ayo pulang! Ternyata kamu selingkuh di belakangku.” Ucap Bambang geram.

“Tidak Pak, aku bisa jelaskan.”

“Sudah ayo pulang .” Halimah di tarik secara paksa oleh Bambang dan Very pun menyaksikan kejadian tersebut.

Dirumah sederhana ber cat biru muda kembali ada sedikit gemuruh.

“Plakk!” tamparan itu melanyang di pipi Halimah.

“Maafkan saya pak. Saya tadi cuman minta saran kepada mas Very.” Ucap Halimah sesenggukan, terisak air matanya.

“Very? O jadi mau selingkuh sama ustadz toh? Plakk..” kembali tamparan kedua melayang di pipi Halimah.

“Saya sudah tak kuat pak. Saya ingin seperti dulu, saya ingin kembali muslim.”

“Itu urusan mu, sudah bukan menjadi urusan ku.”

“Maafkan saya pak.”

“Terserah kau bu! Plakk..!” Bambang untuk yang ketiga kalinya menampar pipi Halimah. Namun ini yang terkeras. Sampai-sampai Halimah terkapar dan tas merah nya terjatuh, dan mengeluarkan seluruh barang yang ada didalamnya, berbagai alat kosmetik, dan tentu saja Al Qur’an.”

“Apa ini bu? Kau ini seperti pelacur! Mau dengan siapa saja!” Bambang sambil mengambil Al Qur’an kecil milik Halimah yang terjatuh dari tas nya.

Halimah tak bisa bicara, ia terkapar tak berdaya. Bambang telah mendzolimi istrinya sendiri.

“Apa ini bu?” Sambil menunjuk Al Qur’an ditangan nya.

Halimah hanya bisa menangis dan terisak.

“Gubrak!!” Bambang membuang Al Qur’an kecil itu dilantai dan menginjak-injaknya. Tak sampai disitu saja, bambang kembali mengambil Al Qur’an itu, ia geledahi sakunya, ia mencari sesuatu. Dapat! Aia mengambil korek api, seketika Bambang langsung menyulut Al Qur’an itu dengan korek api. Terbakarlah Al Qur’an milik Halimah.

“Ya Allah tolong saya.” Halimah berdoa dalam hati, ia masih saja menangis sesenggukan.

“Pergi kamu pelacur dari rumahku!!” suara Bambang seperti menyambar hati Halimah, Halimah minta maaf kepada Bambang namun tak dihiraukannya.

“Segeralah pergi kamu! Hanya bisa mengotori rumahku!”

Halimah langsung pergi meninggalkan Bambang.

Halimah tak tau harus pergi kemana. Ia ingat, ia tahu harus pergi kemana.

Ia berjalan menyusuri jalan jogja-solo, jalan menuju tempat ia bekerja.

Sesampai di pemancingan itu, Halimah langsung menuju mushola, Ia sangat bersyukur karena Very masih di mushola itu.

“Mas Very, hiks..hiks.” Halimah langsung duduk di depan Very dan Very pun sempat kaget, namun Very telah mengetahui jawabannya sebelum dijelaskan oleh Halimah.

“Jadikan aku seorang muslim mas!”

Mata Very terbelalak kaget bukan kepalang, hatinya berkata, “Subhanallah, akhirnya mbak Imah diberikan petunjuk.”

“Ikuti kata saya mbak. Asyhaduanlaa ilaa hailallah.”

“Asyhaduanlaa ilaa hailallah.” Halimah mengikuti kata-kata Very.

“Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluh.” Very kembali melanjutkan kata-katanya.

“Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluh.” Halimah kembali mengikuti kata-kata Very.

“Alhamdulillah mbak Imah, Insaya Allah mbak sudah kembali menjadi muslim.” Ucap Very.

“Alhamdulillah, terimakasih mas Very.”

Very hanya tersenyum.

“Mbak Imah ingin lebih cantik? Ehm, maaf maksud saya, mbak Imah ingin terlihat cantik di depan Allah?” Tanya Very sedikit was-was, takut salah pengertian.

“Ia mas, ingin sekali. Ingin sekali saya memperbaiki diri saya.”

“Baik mbak, saya punya adik daerah sini, namanya Siti Aisayah, mungkin mbak Imah bisa meminjam busana adik saya itu.”

“Tentu mas, saya akan sangat senang.”

“Assalamu’alaikum.” Salam terucap secara bersamaan dari mulut Halimah dan Very.

“Wa’alaikumsalam. O, mas Very silakan masuk.” Jawab seorang wanita muda dengan tersenyum.

“Iya nduk, terimakasih.” Ucap very.

“Wah kok rame-rame ada apa ini?”

“Begini dik, kenalan dulu ini mbak Halimah. Begini mbak Halimah adalah seorang muallaf dan ingin memperbaiki dalam tata cara berbusana. Tentu adik tau maksud mas Very kan?”

“Owh, tentu mas.” Ucap Aisayah seorah mengerti kata very.

“Mbak Halimah, mari silahkan kita kekamar sebentar.”

Beberapa saat keduanya di kamar, adik Very, Siti Aisayah berjilbab merah muda dan Halimah yang sebelumnya belum berjilbab keluar dengan busana muslim dengan jilbab putih.

“Subhanallah!” ucap Very, namun itu tak lama memandangi Halimah.

Halimah memang ayu, apalagi memakai jilbab.

“Terimakasih dik Aisayah!” Halimah menjabat tangan Aisayah.

“Sama-sama mbak.” Aisayah mengucapkan terimakasih kembali.

“Kalau begitu saya pulang dulu, saya akan bicara dengan suami saya. Sekali lagi terimakasih banyak ya dik Aisayah dan as Very. Saya pulang dulu.”

“Iya mbak, sama-sama, tugas sesama muslim adalah saling membantu.”

“Assalamu’alaikum” Ucap Halimah.

“Wa’alaikumsalam” Balas Very dan Aisayah hampir bersamaan.

“Assalamu’alaikum” Ucapan salam dari seorang wanita sembari mengetuk pintu rumah bercat biru muda.

Read more…